Perjalanan Jelajah Jejak Rasul di Mesir

09 Juni 2018 16:32 | hiburan

Perjalanan Jelajah Jejak Rasul di Mesir

 


Mesir merupakan sebuah negara yang memiliki kebudayaan tinggi. Hal tersebut terjadi karena Mesir telah mengalami periode peradaban manusia yang cukup lama. Negara yang terletak di benua Afrika ini menjadi pintu masuk menuju timur tengah lewat negara Palestina.

Membicarakan Mesir maka tidak bisa lepas dari kisah Firaun. Kerajaan yang turun temurun diwarisi oleh para pharaoh ini menyumbang peradaban yang besar terhadap Mesir. Mulai dari pemanfaatan sungai, sistem pembangunan piramidanya, dan pengawetan mayat. Mesir identik dengan kisah Laut Merah tempat tenggelamnya Firaun beserta bala tentaranya.

Negeri ini diberikan rahmat oleh Allah Swt. berupa nabi dan rasul yang menyeru kepada ketauhidan. Sebut saja Nabi Idris, Nabi Yusuf, Nabi Musa, dan Nabi Harun. Beberapa rasul juga pernah singgah di negeri ini dalam perjalanan dakwah mereka.

Rasul kedua dari 25 rasul ini dilahirkan di Mesir. Tidak banyak riwayat yang menerangkan mengenai beliau. Nabi Idris AS. adalah nabi yang diijinkan Allah Swt. untuk merasakan sakaratul maut kemudian dihidupkan kembali. Pengalaman menyakitkan tersebut semakin membuat Nabi Idris AS. bersemangat dalam menyeru manusia kepada keesaan Allah Swt.

Kemudian siapa yang tidak mengetahui kisah nabi yang diriwayatkan memiliki wajah rupawan, Nabi Yusuf AS. Nabi yang lahir di tanah Palestina ini ditakdirkan Allah Swt. untuk melanjutkan hidupnya di Mesir. Kedengkian saudara-saudaranya telah menjadikan Nabi Yusuf budak yang diperjualbelikan dengan sangat murah setelah dibuang ke dalam sumur kosong.

Setelah sempat difitnah hingga dimasukkan ke dalam bui, Allah Swt. kemudian meninggikan derajat Nabi Yusuf. Buah kesabaran Yusuf adalah diangkatnya dia menjadi bendaharawan Mesir setelah mampu menakwilkan mimpi raja pada saat itu. Hingga akhirnya Nabi Yusuf bisa bertemu kembali dengan saudara-saudara dan ayahnya, Nabi Yakub AS. Mereka pun menetap di Mesir setelah itu.

Selanjutnya, kisah Bani Israel yang diselamatkan Allah Swt. melalui perantaraan Nabi Musa AS. Nabi yang lahir ketika diberlakukan peraturan pembunuhan setiap bayi laki-laki yang lahir ini, dibebaskan Allah Swt. dari kejamnya hukum tersebut. Nabi Musa AS. sengaja dihanyutkan ke sungai oleh kakaknya hingga ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun.

Atas bujukan Asiyah, Firaun mengizinkan Nabi Musa tinggal di istananya. Mereka berdua bahkan mengangkat Nabi Musa menjadi anak. Suatu ketika Firaun dibuat marah oleh Nabi Musa hingga Firaun ingin membunuhnya. Allah melindungi Nabi Musa lewat sebuah uji coba yang dilakukan Firaun, yang menyebabkan Musa memasukkan bara api ke mulutnya.

Ujian tersebut menyebabkan cara bicara Nabi Musa memiliki kekurangan. Atas dasar itulah Nabi Musa meminta kepada Allah Swt. agar diberikan teman dalam berdakwah yang bisa mengimbangi kekurangan dirinya. Allah pun mengabulkan doanya dan mengangkat Nabi Harun yang merupakan saudara Nabi Musa menjadi rasul.

Nabi Musa sendiri memperistri anak dari Nabi Syuaib yang juga tinggal di wilayah Madyan. Jejak nabi dan rasul telah Allah Swt. atur sedemikian rupa hingga tercipta nasab yang terjaga. Nabi Musa dikebumikan di Yordania setelah menyeberangkan Bani Israel melewati Laut Merah dari kejaran Firaun.

Nabi Ibrahim AS. diriwayatkan juga sempat singgah di Mesir. Istri kedua beliau, Hajar adalah budak pemberian raja Mesir pada saat itu. Hajar adalah ibunda Nabi Ismail AS. yang meneruskan keturunan hingga Nabi Muhammad saw.

Begitu banyak nabi dan rasul yang diutus Allah Swt. ke Mesir menunjukkan betapa berat medan dakwah di sana. Tidak ada salahnya Mesir disebut dengan negeri para nabi karena alasan ini. Semoga dengan mempelajari sejarah Mesir dan perjalanan dakwah para nabi di sana, mampu membuat keimanan diri Anda bertambah.